Minggu, 02 November 2014

10 Negara yang Memiliki Kekuatan Nuklir



Ledakan Tsar Bomba
Sejak AS meledakkan dua bom atom di Jepang pada tahun 1945, jumlah hulu ledak nuklir dunia telah meningkat secara tajam, yang mana nuklir merupakan senjata pemusnah massal.
Perlombaan dalam mengembangkan senjata nuklir antara kekuatan-kekuatan militer dunia telah terjadi sejak 60-70 tahun lalu. Di bawah ini adalah sepuluh negara yang telah mengembangkan dan menyimpan senjata nuklir:
Rusia

Rusia pertama kali menguji coba senjata nuklir pada tahun 1949 dengan bom atom "RDS-1". Rusia mengembangkan nuklir untuk mengimbangi keunggulan Barat selama Perang Dingin. Rusia mulai menguji coba bom hidrogen (bom atom dengan fusi hidrogen) pertamanya "RDS-37" pada tahun 1957.

Di masa lalu, Rusia juga memiliki bom dengan daya ledak terkuat yang pernah diledakkan di muka bumi yaitu Tsar Bomba. Sebelum Uni Soviet runtuh, Rusia memiliki 45.000 hulu ledak nuklir. Dan saat ini jumlahnya sudah menurun menjadi 8.500 terkait Traktat Non-Proliferasi Nuklir atau NPT, sedangkan yang aktif berjumlah 1.740 buah.

Casing Tsar Bomba
Casing "Tsar Bomba" di museum bom atom Sarov, Rusia. Gambar: Croquant/Wiki Common
Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara pertama di dunia yang mengembangkan senjata nuklir. Pengembangannya dilakukan semasa Perang Dunia II dengan berkolaborasi dengan Inggris dan Kanada dalam Proyek Manhattan untuk bersaing dengan Nazi Jerman untuk menjadi yang pertama memiliki senjata nuklir.
AS pertama kali meledakkan bom nuklirnya dalam uji coba "Trinity" pada tahun 1945. Tak berselang lama, AS kemudian menjatuhkan 2 bom nuklir untuk menaklukkan Jepang. Pada tahun 1952, AS menguji bom hidrogen "Ivy Mike". Saat ini AS adalah negara yang paling banyak memiliki hulu ledak nuklir aktif yaitu 2.150 buah.

Ledakan Ivy Mike
Ledakan Ivy Mike berkekuatan 10,4 megaton, 1 November 1952. Bom Hidrogen pertama yang sukses di dunia
Inggris

Inggris pertama kali meledakkan bom nuklir pada tahun 1952 dalam uji coba "Hurricane ". Sumber daya dan datanya banyak diambil dari Proyek Manhattan, yang mana merupakan proyek kerjasama dengan Amerika Serikat.
Tujuan utama Inggris mengembangkan nuklir adalah sebagai senjata pencegahan terhadap Rusia. Inggris tidak ingin bergantung sepenuhnya pada bantuan AS, dan ingin menjadi negara yang memiliki nuklir sendiri. Saat ini Inggris memiliki 160 hulu ledak nuklir aktif.

Ledakan Hurricane
Ledakan dari bom nuklir dari operasi "Hurricane", 3 Oktober 1952
Prancis

Prancis melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 1960 dalam sebuah operasi yang dinamai dengan "Gerboise Bleue." Dalam mengembangkan nuklir, Prancis melakukan penelitian sendiri dan mereka menggenjot pengembangannya pasca Krisis Suez pada akhir 50-an. Pengembangan nuklir Prancis ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan status Prancis sebagai salah satu kekuatan militer terbesar dunia, seperti halnya Inggris, Rusia dan Amerika Serikat.

Pada tahun 1968, Prancis menguji coba bom hidrogen pertamanya dalam operasi "Canopus." Pasca Perang Dingin, Prancis melucuti 175 hulu ledak nuklirnya, meskipun begitu Prancis saat ini masih memiliki 290 hulu ledak nuklir aktif.
China

China mewaspadai ancaman Amerika Serikat dan Rusia. Uji coba nuklir China pertama kali dilakukan pada tahun 1964 dalam operasi "596". Pengembangannya dimaksudkan sebagai senjata pencegahan terhadap Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kemudian pada tahun 1967, China menguji coba bom hidrogen.
Seperti halnya Rusia dan Amerika Serikat, China juga ikut menandatangani perjanjian NPT, meskipun tidak pernah meratifikasinya. China mengakui bahwa mereka memiliki kebijakan "not first-use", yang berarti memberikan jaminan kemanan negatif bahwa China hanya akan menggunakan nuklir ketika musuh menyerang dengan bom pertama. Saat ini jumlah hulu ledak nuklir mencapai 250 buah sedangkan jumlah hulu ledak aktif tidak diketahui.
India

India pertama kali melakukan uji coba nuklir pada tahun 1974 dalam operasi yang bernama "Smiling Buddha". Merupakan uji coba nuklir pertama India sejak NPT mulai diberlakukan pada tahun 1970.
India menolak seruan untuk melucuti senjata nuklirnya, dan bersikeras bahwa seluruh negara juga harus melakukannya jika India melakukannya. India menolak NPT karena dinilai mendiskriminasi negara yang kaya nuklir dan negara yang miskin nuklir.
Pada akhir 80-an, diketahui India memiliki 24 hulu ledak nuklir yang dapat dikirimkan melalui udara. Pada tahun 1998, beberapa hulu ledak nuklir diuji coba dalam sebuah operasi yang disebut "Shakti". Terjadi di tahun yang sama saat Pakistan menguji senjata nuklir pertamanya dalam operasi "Archrival." Saat ini India memiliki 90-100 hulu ledak nuklir, sedangkan jumlah hulu ledak nuklir aktif tidak diketahui.
Israel

Israel diduga telah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1967, namun senjata tersebut dinilai masih kasar dan belum pernah diuji coba.
Pada tahun 1979, Israel diyakini telah melakukan uji coba nuklir di Samudera Hindia dengan bekerjasama dengan Afrika Selatan.

Mordechai Vanunu, seorang teknisi yang memilki fotografi dan rincian informasi teknis tentang cara memisahkan lithium-6, menegaskan bahwa program senjata nuklir Israel dimulai pada tahun 1986. Memisahkan lithium-6 merupakan langkah kunci untuk memproduksi tritrium, yang penting dalam pengembangan bom fisi fusion-boosted. Saat ini Israel memiliki 80 hulu ledak nuklir.
Pakistan

Tidak ingin tertinggal dari tetangganya India, Pakistan memulai program nuklirnya sendiri, yang diyakini dibantu oleh China. Namun baru pada tahun 1998 Pakistan menguji nuklirnya dalam operasi "Chagai". Saat ini Pakistan memiliki 100-120 hulu ledak nuklir dan terus berusaha menambah stoknya.
Korea Utara

Korea Utara turut menandatangani NPT, tapi kemudian menarik diri pada tahun 2003. Diyakini, Korea Utara pertama kali melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006. Amerika Serikat membenarkan hal ini, meskipun menganggapnya tidak berhasil. Saat ini Korea Utara diperkirakan memiliki kurang dari 10 hulu ledak nuklir.
Negara Lain

Jerman, Belgia, Kanada, Yunani, Italia, Belanda dan Turki adalah negara-negara anggota NATO. Karena senjata nuklir NATO dapat di "sharing" ke negara sekutu lainnya, beberapa diantara negara tersebut diyakini menyimpan senjata nuklir yang disediakan oleh Amerika Serikat.

Minggu, 21 September 2014

Metode Baru Berburu Exo Planet

Ilmuwan mengembangkan metode baru untuk mengamati Exo Planet di sistem tata surya lain. Teknik termutakhir itu diyakini bisa menjaring planet-planet bermassa kecil serupa bumi.
Exo Planet sejauh ini lebih sering memicu kerutan di dahi ilmuwan ketimbang menciptakan sensasi. Bumi kedua yang selama ini diincar belum ditemukan. Sebaliknya astronom mengungkap dunia ajaib yang lebih mirip neraka, panas dan tidak ramah bagi kehidupan.
Untuk mengakalinya dunia astronomi mengembangkan metode baru untuk membedakan massa sebuah expo planet. Metode tersebut menggunakan orbit benda langit bersangkutan. Jika planet itu memiliki atmosfer, maka ia akan memfilter cahaya induk tatasuryanya untuk sesaat ketika mengorbit.

Dari data yang didapat ilmuwan mengklaim bisa menentukan radius dan campuran gas yang membentuk atmosfer planet, serta kepadatan molekul di dalam atmosfer dan temperaturnya. Berdasarkan informasi tersebut bisa ditentukan massa planet yang bersangkutan dengan lebih akurat.

Mengamati planet kecil
Sejauh ini ilmuwan menggunakan metode yang disebut Spektroskopi Doppler untuk mengukur massa exo planet. Metode ini mengukur gerakan bintang induk yang bereaksi terhadap gaya gravitasi planet yang mengitarinya. Dalam kasus semacam itu, panjang gelombang cahaya yang terpancar dari bintang tersebut akan berubah secara berkala.

Lebih dari setengah Exo Planet yang dikenal saat ini ditemukan melalui metode Spektroskopi Doppler. Metode lain yang digunakan adalah mengukur perubahan pancaran cahaya ketika sebuah planet mengorbit induk tata suryanya.


Exo Planet GJ 1214b
Perkaranya metode semacam itu lebih sering menjaring planet-planet raksasa yang serupa atau melebihi massa Jupiter atau Saturnus. Ilmuwan selama ini kesulitan menemukan planet bermassa kecil seperti bumi, atau jika induk tata suryanya memancarkan cahaya redup.

Fase baru pengamatan Exo Planet
Metode baru yang disebut Spektroskopi Massa itu bisa melengkapi metode-metode pengamatan Exo Planet yang selama ini digunakan ilmuwan. Metode baru ini menurut Sara Seager, Professor Astonomi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), cocok untuk mengamati planet gas atau planet yang memiliki atmosfer tipis seperti Bumi.
Sang professor berharap, metode baru tersebut bisa mengawali fase baru pengamatan sistem tata surya di luar angkasa. Menurutnya, fokus penelitian dalam beberapa tahun ke depan adalah "mengamati sebagian obyek langit yang paling berpotensi menampung kehidupan". Dan massa sebuah planet berperan besar untuk menemukan Exo Planet serupa bumi.

Kendati begitu Seager mengatakan, planet batuan cuma bisa diamati dengan lebih akurat melalui teleskop masa depan. Salah satunya adalah teleskop luar angkasa James Webb yang direncanakan akan mulai beroperasi tahun 2018

Astronom Pelajari Selimut Raksasa Pada Galaksi Tetangga

Halo alias kumpulan gas panas yang menyelimuti galaksi Centaurus A ternyata berbeda dengan yang dimiliki galaksi Bimasakti. Temuan itu melucuti presepsi umum ilmuwan mengenai pembentukan galaksi dan bintang.
Galaksi eliptis Centaurus A ternyata memiliki halo gas yang lebih kaya akan elemen berat dari yang diduga sebelumnya. Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) dengan menggunakan teleskop antariksa, Hubble.

Berjarak sekitar 12 juta tahun cahaya, Centaurus A sebenarnya termasuk galaksi yang berada paling dekat dengan galaksi Bimasakti. Untuk membuat citra Centaurus A, Hubble memetakan wilayah langit seluas 450.000 tahun cahaya dalam panjang, dan 295.000 tahun cahaya dalam lebar.

"Jarak ini sangat besar terutama jika mengingat elemen yang bisa dilihat di Galaksi Bimasakti cuma meliputi kawasan seluas 120.000 dalam diameter," tulis ESA dalam pernyatannya.

Halo, Selimut Galaksi

Dengan data sebanyak itu pun, Hubble belum tuntas memetakan wilayah Halo milik Centaurus A. Halo adalah kumpulan gas raksasa yang panas dan meluas selama ratusan ribu tahun cahaya. Gas tersebut menyelimuti sebuah galaksi seperti atmosfer mengelilingi bumi.

Bimasakti pun memiliki Halo yang massanya lebih besar ketimbang semua benda langit yang berada dalam galaksi.

Hingga kini astronom belum mengetahui banyak mengenai Halo lantaran wujudnya yang sangat besar dan sulit dideteksi. Kini astronom mengungkap, Halo yang menyelimuti Centaurus A memiliki bentuk unik dan meluas lebih besar dari yang diperkirakan selama ini.

Elemen Berat pada Bintang
"Kami menemukan lebih banyak bintang tersebar di satu arah ketimbang sebaliknya dan membuat bentuk Halo agar miring. Ini tidak kami perkirakan sebelumnya," kata salah seorang peneliti, Marina Rejkuba dari Observasi Selatan Eropa di Garching, Jerman.

"Mendeteksi sebagian dari Halo milik sebuah galaksi memberikan kami pengetahuan mendalam mengenai proses pembentukan galaksi, evolusi dan komposisinya."

Menggunakan data yang dikumpulkan oleh Hubble, para peneliti juga menemukan elemen-elemen yang lebih berat ketimbang hidrogen dan hellium terkandung dalam gas yang membentuk bintang di dalam selimut Halo.

Bintang-bintang di dalam Halo yang meliputi Bimasakti dan galaksi spiral lain biasanya tidak banyak mengandung elemen berat.

Astronom Ungkap Misteri Bintang Magnetar

Magnetar adalah benda langit yang memiliki medan magnet terkuat di jagad raya. Kini ilmuwan Eropa berhasil memastikan kebenaran teori pembentukan obyek misterius tersebut.
Astronom Eropa kemungkinan besar berhasil mengungkap misteri di balik pembentukan Magnetar, sejenis bintang Netron yang sangat padat dan terbentuk dari sisa-sisa ledakan bintang raksasa.

Berbekal citra yang dibuat menggunakan Very Large Telescope milik Observatorium Selatan Eropa (ESO), ilmuwan menemukan bintang pendamping obyek misterius tersebut. Penemuan itu bisa berarti "bahwa sistem bintang biner adalah resep fundamental bagi terbentuknya Magnetar," kata Simon Clark dari British Open University di jurnal ilmiah "Astronomy & Astrophysics."

Magnetar adalah benda langit yang memiliki medan magnet terkuat di alam semesta. Ia terbentuk ketika bintang bermassa besar meledak. Jika bintang raksasa mengalami keruntuhan dalam ledakan supernova, maka ia akan dilahirkan kembali sebagai lubang hitam atau bintang Netron.

Sesendok Teh Seberat Satu Miliar Ton
Magnetar adalah bentuk paling aneh dari bintang Netron. Seperti yang lain, Magnetar berdiameter kecil, namun sangat padat. Satu sendok teh berisikan materi dari bintang Netron bisa memiliki massa seberat satu miliar ton. Selain medan magnetnya yang tidak tertandingi, Magnetar juga secara rutin menyemburkan radiasi sinar Gamma.
Selama ini ilmuwan berpendapat, bintang bermassa besar cuma akan dilahirkan kembali sebagai lubang hitam. Namun keberadaan Magnetar menguapkan pandangan tersebut
Menurut ESO, cuma ada belasan Magnetar di antara miliaran bintang di galaksi Bima Sakti. Tim astronom asal Eropa mempelajari benda langit ajaib itu di rasi bintang Ara (Altar) yang terletak 16.000 tahun cahaya dari bumi. Sejak lama ilmuwan meyakini, Magnetar bernomer katalog CXOU J1647-45 itu tercipta dari ledakan bintang yang memiliki 40 kali lipat massa Matahari.

Konfirmasi Keabsahan Teori Magnetar
"Tapi justru disitulah masalahnya. Karena bintang bermassa sebesar itu diyakini akan dilahirkan kembali sebagai lubang hitam dan bukan menjadi bintang Netron, kalau mereka meledak," ujar Clark. "Kami tidak bisa mengerti kenapa bintang sebesar itu lantas menjadi Magnetar."
Ilmuwan lalu meracik teori baru untuk menjawab misteri tersebut. Mereka meyakini, Magnetar terbentuk dari gaya yang diakibatkan oleh dua bintang raksasa yang saling mengorbit dalam sistem biner. Sistem semacam itu memiliki orbit yang dekat, sedekat orbit bumi dan Matahari.
Bintang kedua dari sistem biner itulah yang kini ditemukan oleh ilmuwan ESO. Kendati orbitnya telah terlempar ketika ledakan supernova, bintang pendamping itu masih bisa dikenali berasal dari sistem biner.

Galaksi Mini Menyimpan Lubang Hitam Raksasa

Melalui citra langit yang ditangkap oleh Teleskop Hubble, ilmuwan menemukan lubang hitam raksasa yang bersembunyi di jantung sebuah galaksi kecil. Fenomena ini belum pernah ditemukan sebelumnya.
Sekelompok astronom menemukan lubang hitam "raksasa" yang mengendap di jantung sebuah galaksi katai. Penemuan tersebut tergolong mengejutkan karena belum pernah sebelumnya lubang hitam raksasa ditemukan di galaksi mini.

Kendati kecil, galaksi M60-UCD1, yang berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi itu luar biasa padat. Sekitar 140 juta bintang memenuhi ruang yang cuma selebar 300 tahun cahaya, sekitar seperlimaratus diameter Galaksi Bimasakti.

Lubang hitam adalah fenomena unik di luar angkasa. Gaya gravitasi yang ditimbulkannya sedemikian besar sehingga partikel cahaya pun tidak bisa lolos dari cengkraman lubang hitam. Lubang hitam raksasa yang memiliki massa ratusan hingga miliaran massa matahari, biasanya ditemukan di jantung galaksi besar, termasuk Bimasakti.

Fenomena Langka
Astronom dikejutkan ketika hasil hitungan menunjukkan lubang hitam di jantung M60-UCD1 mewakili 15% dari massa keseluruhan galaksi. Diyakini bermassakan 20 juta lebih besar ketimbang matahari, lubang hitam yang baru ditemukan itu lima kali lipat lebih besar ketimbang lubang hitam di jantung Galaksi Bimasakti.

Satu-satunya penjelasan ilmuwan buat fenomena unik tersebut adalah bahwa galaksi M60-UCD1 dulunya merupakan galaksi raksasa yang kemudian terbagi dua dan menyisakan sebagian massanya bersama lubang hitam raksasa.

Tapi jika teori tersebut terbukti salah, maka galaksi katai memang lazim menampung lubang hitam raksasa di jantungnya. Itu artinya ada lebih banyak lubang hitam di luar angkasa ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.

Medan Magnet Bumi Melemah

Tiga satelit Badan Antariksa Eropa, mengungkap medan magnet bumi yang terus melemah. Fenomena itu menandai pergeseran kutub yang sedang terjadi dan akan berlangsung hingga 2019.
Sampel bebatuan yang dikumpulkan dari dasar Samudera Atlantik mengungkap fenomena alam raksasa yang akan dialami Bumi. Menurut ilmuwan, sampel tersebut membuktikan bahwa medan magnet bumi bertukar antara utara dan selatan setiap 250.000 tahun.

Perubahan medan magnet terakhir dialami 780.000 tahun silam, yang disebut dengan Pertukaran Brunhes-Matuyama. Menurut ilmuwan, perubahan selanjutnya akan terjadi dalam beberapa ribu tahun kedepan, tergolong cepat dalam ranah geologi.

Temuan tersebut didapat melalui citra beresolusi tinggi yang dibuat oleh tiga satelit milik Badan Antariksa Eropa (ESA), atau yang sering disebut sebagai konstelasi Swarm. Diluncurkan 2013 silam, Swarm mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan medan magnet bumi.

Medan Magnet Bumi Melemah
Ketiga satelit serupa itu, Alpha, Bravo dan Charlie, memiliki Magnetometer yang bisa mencatat arah dan kekuatan medan magnet. Alat pengukur magnet itu dipasang pada tongkat sepanjang empat meter, agar meminimalisir gangguan dari perlengkapan lain di badan satelit.

Observasi dan penelitian selama enam bulan memastikan tren umum bahwa medan magnet Bumi mulai melemah. Fenomena ini terutama menguat di belahan langit bagian barat. Sebaliknya di selatan Samudera Hindia, medan magnet bumi menguat sejak Januari.

Medan magnet berperan besar menaungi kehidupan di Bumi. Ia melindungi atomosfer Bumi dari hujan partikel bermuatan listrik yang berasal dari Matahari. Partikel tersebut bisa melenyapkan atmosfer sebuah planet, seperi yang terjadi pada planet Mars.

Kutub Bergerak
Medan magnet bumi tercipta ketika logam cair yang mengitari inti bumi berputar dan membentuk arus konveksi yang bergerak sekitar sepuluh kilometer per tahun.

Pertukaran kutub berlangsung di dalam perut bumi. Selama beberapa bulan kedepan, ilmuwan ESA akan menganalisa data yang dikumpulkan untuk mengungkap kontribusi magnetik dari sumber lain, seperti mantel dan kerak bumi, samudera, ionosfer serta magnetosfer.

Saat ini kutub selatan di sekitar Kanada bergerak setiap hari sejauh 90 meter. Menurut ilmuwan, pergeseran itu akan terus berlangsung ke arah utara hingga tahun 2019. Analisa teranyar juga memastikan pergeseran medan magnet di kutub utara ke arah Siberia.

Kamis, 27 Desember 2012

6 perkara Allah sembunyikan

6 perkara Allah sembunyikan~~

''Menangis saya bila baca , meremang bulu roma :') Ya Allah SWT kau ampunilah dosa dosa walau sekecil dan sebesar mana pun ia'' Korang Baca jangan tak baca .

6 perkara Allah sembunyikan

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan
Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:

'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.'

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telahmenyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atasperintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'

Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'

Lalu Allah berfirman yang bermaksud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

1- Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
2- Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
3- Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
4- Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
5- Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
6- Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.